Pertanyaan :
Apa hikmah dan faidah dari kurban ?
Jawaban :
Diantara hikmah dan faidah kurban adalah sebagai berikut :
الفقه الإسلامي وادلته (ج 4 / ص 2703)
والحكمة من تشريعها: هو شكر الله على نعمه المتعددة، وعلى بقاء الإنسان من عام لعام، ولتكفير السيئات عنه: إما بارتكاب المخالفة، أو نقص المأمورات، وللتوسعة على أسرة المضحي وغيرهم.
Artinya: “Hikmah disyariatkan kurban ialah sebagai upaya mensyukuri nikmat Allah atas limpahan banyaknya nikmat, dan juga untuk rasa syukur manusia karena masih dianugerahkan umur yang panjang satiap tahun, dan untuk melebur dosa dari orang yang berkurban, ada kalanya dosa tersebut karena melaksanakan larangan Allah atau lalai dalam melakukan ketaatan, serta bertujuan untuk melapangkan rezeki atas keluarga orang yang berkurban dan selainnya."
سنن الترمذي (ج 3 / ص 159)
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ،» إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا.
Artinya: “Dari Aisyah, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak beramal anak Adam pada hari Nahr ('Iedul Adha) yang paling disukai Allah selain daripada mengalirkan darah (menyembelih qurban). Qurban itu akan datang kepada orang-orang yang melakukannya pada hari qiyamat dengan tanduk, rambut dan kukunya. Darah qurban itu lebih dahulu jatuh ke Allah sebelum jatuh ke atas tanah. Oleh sebab itu, berqurbanlah dengan senang hati."
درر الحكام شرح غرر الأحكام (ج 1 / ص 269)
وَقَالَ فِي الْبَدَائِعِ يُسْتَحَبُّ أَنْ تَكُونَ أَسْمَنَ وَأَحْسَنَ؛ لِأَنَّهَا مَطِيَّةُ الْآخِرَةِ قَالَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - «عَظِّمُوا ضَحَايَاكُمْ فَإِنَّهَا عَلَى الصِّرَاطِ مَطَايَاكُمْ وَمَهْمَا كَانَتْ الْمَطِيَّةُ أَعْظَمَ وَأَسْمَنَ كَانَتْ عَلَى الْجَوَازِ عَلَى الصِّرَاطِ أَقْدَرَ
Artinya: “Dan beliau bersabda dalam kitab Al-Bada'i' bahwa dianjurkan agar hewan kurban lebih gemuk dan lebih baik, karena ia adalah kendaraan di akhirat. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Perbaguslah hewan kurbanmu maka sesungguhnya hewan kurbanmulah kendaraanmu untuk melintasi jembatan (Sirat). Dan semakin besar dan gemuk hewan kurban itu, semakin mampu ia menyeberangi jembatan (Sirat).”
سنن الكبرى للبيهقي (ج 9 / ص 438)
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُمْ قَالُوا لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ؟ قَالَ: " سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ". قَالُوا: مَا لَنَا فِيهَا مِنَ الْأَجْرِ؟ قَالَ: " بِكُلِّ قَطْرَةٍ حَسَنَةٌ "
Artinya: “Dari Zaid bin Arqam radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam: “Apakah qurban-qurban ini? Beliau menjawab: “Sunnah bapak kamu sekalian, Ibrahim ‘alaihissalaam”. . Sahabat bertanya: “Pahala apa yang kami dapatkan darinya? Rasulullah menjawab: “Setiap tetes darah satu kebaikan”.
سنن الكبرى للبيهقي (ج 9 / ص 439)
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ؟ قَالَ: " سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ". قَالَ: قُلْنَا: فَمَا لَنَا فِيهَا؟ قَالَ: " بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ ". قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ فَالصُّوفُ؟ قَالَ: " بِكُلِّ شَعْرَةٍ مِنَ الصُّوفِ حَسَنَةٌ ".
Artinya: “Dari Zaid bin Arqam radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata: : kami bertanya : Wahai Rasulullah Apakah qurban-qurban ini? Beliau menjawab : “Sunnah (tuntunan) bapak kalian, Ibrahim”. Zaid bin Arqam berkata: Kami bertanya : “Pahala apa yang kami dapatkan darinya? Rasulullah menjawab : “Setiap rambutnya adalah satu kebaikan.” Zaid bin Arqam berkata: Kami bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bulunya?” Beliau menjawab: “Setiap rambut dari bulunya adalah kebaikan”
درة الناصحين (ص 325)
روي عن النبي ﷺ أنه قال : «من كان له سعة فلم يضح، فليمت إن شاء يهوديا وإن شاء نصرانيا. وفي رواية: من كان له سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا» . وعن علي رضي الله عنه : من خرج من بيته إلى شراء الأضحية كان له بكل خطوة عشر حسنات ، ومحى عنه عشر سيئات ، ورفع له عشر درجات ، وإذا تكلم في شرائها كان كلامه تسبيحا ، وإذا نقد ثمنها كان له بدرهم سبعمائة حسنة؛ وإذا طرحها على الأرض يريد ذبحها استغفر له كل خلق من موضعها إلى الأرض السابعة ؛ وإذا أهرق دمها خلق الله بكل قطرة من دمها عشرة من الملائكة يستغفرون له إلى يوم القيامة؛ وإذا قسم لحمها كان له بكل لقمة مثل عتق رقبة من ولد إسماعيل عليه الصلاة والسلام
Artinya: "Diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kemampuan harta dan tidak berkurban, maka hendaklah ia mati, jika ia mau, sebagai seorang Yahudi atau sebagai seorang Kristen.” Dan dalam riwayat lain: “Barangsiapa yang memiliki kemampuan dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami. Dari sayidina Ali karrromallahu wajhah berkata: siapa berangkat dari rumahnya hendak membeli hewan kurban maka setiap langkahnya memperoleh 10 kebaikan dan dihilangkan 10 keburukannya serta dinaikan 10 derajatnya. Apabila berbicara di anggap bertasbih dan ketika membayarkan harga / uangnya setiap dirhamnya memperoleh 700 kebaikan dan ketika meletakan hewan itu di atas tanah untuk di sembelih maka Alloh menjadikan setiap tetes darahnya malaikat sejumlah 10 orang malaikat yang selalu beristigfar untuknya sampai kiamat. Dan waktu daging dibagikan maka setiap potongannya seperti memerdekakan seorang budak dari keturunan nabi ismail."
المستدرك على الصحيحين (ج 5 / ص 314)
عن أبي سعيد الخدري - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - لفاطمة ( عليها الصلاة والسلام ) : " قومي إلى أضحيتك فاشهديها فإن لك بأول قطرة تقطر من دمها يغفر لك ما سلف من ذنوبك " ، قالت : يا رسول الله ، هذا لنا أهل البيت خاصة أو لنا وللمسلمين عامة ؟ ، قال : " بل لنا وللمسلمين عامة .
Diriwayatkan dari Abu Saeed Al-Khudri - semoga Allah meridainya, berkata: Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada beliau dan keluarganya, beliau bersabda kepada Fatimah Ra. : “Pergilah ke tempat penyembelihanmu dan saksikanlah, karena dengan tetes darah pertama yang jatuh, dosa-dosamu yang lalu akan diampuni.” Ia bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ini untuk kami, keluarga Nabi, secara khusus, atau untuk kami dan kaum Muslimin secara umum?” Beliau menjawab: “Tentu saja, ini untuk kami dan kaum Muslimin secara umum.”