Inspirasi

AQIQAH UNTUK ORTU YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

AQIQAH UNTUK ORTU YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Apakah boleh aqiqah untuk  orang tua yang telah meninggal dunia?

Jawaban

Ketentuan aqiqah sama dengan qurban, sebagaimana keterangan dalam kitab Hasyiyah al-Qulyubi berikut:

[حاشيتا قليوبي الجزء ٤ صحـ : ٢٥٧] 

قَوْلُهُ : ( وَسِنُّهَا إلَخْ ) أَيْ وَهِيَ كَاْلأُضْحِيَّةِ فِي سِنِّهَا وَسَلاَمَتِهَا وَاْلإِهْدَاءِ وَالتَّصَدُّقِ وَقَدْرِ الْوَاجِبِ وَجِنْسِهِ وَوُجُوبِهَا بِالنَّذْرِ أَوْ الْجُعْلِ وَاعْتِبَارِ اْلأَفْضَلِ مِنْهَا قَدْرًا وَجِنْسًا وَمُشَارَكَةً وَلَوْنًا وَجَوَازِ الادِّخَارِ مِنْ غَيْرِ الْوَاجِبَةِ , وَوُجُوبِ التَّصَدُّقِ بِجَمِيعِ الْوَاجِبَةِ وَجَوَازِ أَكْلِ وَلَدِهَا وَشُرْبِ فَاضِلِ لَبَنِهَا وَعَدَمِ صِحَّةِ نَحْوِ الْبَيْعِ وَلَوْ لِجِلْدِهَا وَغَيْرِ ذَلِكَ. نَعَمْ لاَ يَجِبُ التَّصَدُّقُ بِجُزْءٍ مِنْهَا نِيئًا وَيَجُوزُ بَيْعُ الْغَنِيِّ مَا أُهْدِيَ لَهُ مِنْهَا قَالَهُ شَيْخُنَا اهـ

Artinya: Ucapan pengarang: “Dan umur hewan aqiqah” dan seterusnya. Maksudnya, hewan aqiqah itu sama dengan hewan kurban dalam beberapa hal:

1. Syarat umur dan keselamatan dari cacat.  

2. Hukum memberi hadiah dan bersedekah dengan dagingnya.  

3. Kadar dan jenis hewan yang wajib disembelih.  

4. Kewajiban menyembelihnya jika dinazarkan atau dijadikan imbalan.  

5. Mempertimbangkan yang lebih utama dari segi ukuran, jenis, jumlah orang yang berserikat, dan warna.  

6. Boleh menyimpan dagingnya jika aqiqah itu sunah, bukan yang wajib karena nazar.  

7. Wajib menyedekahkan seluruh dagingnya jika aqiqah itu wajib karena nazar.  

8. Boleh memakan anak hewan aqiqah dan meminum sisa susunya.  

9. Tidak sah menjual hewan aqiqah, termasuk menjual kulitnya dan hal-hal lain yang serupa.

Perhatian: Tidak wajib menyedekahkan daging aqiqah dalam keadaan mentah. Dan orang kaya boleh menjual daging aqiqah yang dihadiahkan kepadanya. Demikian dikatakan oleh guru kami. Selesai.

(Hasyiyah Qulyubi juz 4 hal 257)

Bila kita ilhaqkan (samakan) dengan kurban untuk orang yang telah meninggal maka terdapat pendapat yang memperbolehkan aqiqah pada orang dewasa yang telah meninggal karena aqiqah juga merupakan bagian daripada shadaqah dan shadaqah atas nama mayit adalah sah dan dapat memberi manfaat.

ولا) تضحية (عن ميت لم يوص بها) لقوله تعالى “وان ليس للانسان الا ما سعي ” فان اوصى بها جاز الى ان قال وقيل تصح التضحية عن الميت وان لم يوص بها لانها ضرب من الصدقة وهى تصح عن الميت وتنفعه اهـ

Tidak sah berkorban atas nama mayit yang tidak mewasiatkannya, karena firman Allah swt (artinya) :”Dan sesungguhnya bagi manusia hanyalah apa yang ia usahakan”. Jadi jika ia mewasiatkannya maka boleh sampai ungkapan Dikatakan : sah berkorban atas nama mayit walaupun dia tidak mewasiatkannya, karena berkurban merupakan bagian daripada shadaqah dan shadaqah atas nama mayit adalah sah dan dapat memberi manfaat. [ Mughni al-Muhtaaj IV/292-293]